Sunday, November 27, 2016

STROKE

“Stroke” menjadi kata yang menakutkan semua orang. Penyakit ini menjadi ancaman semua kalangan termasuk orang dewasa dengan umur yang tergolong masih muda. Serangan stroke selalu berhubungan dengan kesehatan jantung, pola hidup dan kondisi psikologis. Penyakit ini sering membuat penderitanya tidak bisa kembali beraktifitas seperti semula setelah serangan pertama atau kedua. Bahkan beberapa penderitanya bisa meninggal dunia. Stroke menjadi penyakit yang mematikan di semua bagian negara termasuk Indonesia.
Apa itu Stroke?

Stroke menjadi istilah penyakit yang mengancam jiwa manusia. hampir setiap menit di temukan kasus seragan stroke di seluruh dunia. Dan kasus stroke terbanyak dialami oleh orang lanjut usia maupun usia pertengahan.

Stroke adalah sebuah kejadian yang menyerang bagian tertentu dalam otak manusia. Serangan ini disebabkan karena ada pasokan aliran darah yang menuju otak tiba-tiba terhenti. Kejadian stroke bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Stroke mengakibatkan beberapa bagian otak tidak berfungsi karena kekurangan oksigen dan darah. Akibat yang paling sering ditemukan setelah serangan stroke adalah gangguan pada sensor motorik atau berkurangnya kemampuan fisik dan juga memori otak.
Orang yang terkena stroke bisa mengalami kelumpuhan pada syaraf tangan dan kaki dan biasanya hanya menyerang pada salah satu sisi saja. Namun terkadang stroke juga sangat jahat dan menyebabkan kelumpuhan syaraf otak sehingga menganggu sistem tubuh secara keseluruhan.

Jenis Stroke

Semua orang yang terkena stroke bisa memiliki akibat yang berbeda-beda. Ada orang yang bisa sembuh total setelah serangan stroke ringan. Namun jenis stroke berat biasanya menyebabkan kecacatan atau resiko gangguan memori. Semua ini tergantung dari jenis stroke yang diderita. Berikut ini adalah beberapa jenis stroke yang dikenal dalam dunia medis.

a. Stroke Iskemik

Stroke iskemik menjadi jenis stroke yang paling banyak menyerang sekitar 90 persen dari semua penderita stroke di seluruh dunia. Stroke ini terjadi ketika ada bagian pembuluh darah yang mengalami hambatan dari gumpalan darah. Pembentukan gumpalan darah pada pembuluh darah bisa disebabkan oleh penumpukan plak dari kolesterol maupun lemak. Proses terjadinya stroke iskemik adalah ketika darah yang seharusnya sampai ke bagian otak tidak bisa mencapai sel-sel dalam otak karena gumpalan darah. Hal ini menyebabkan otak kekurangan nutrisi dan oksigen sehingga serangan stroke terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
Stroke iskemik dibagi menjadi dua jenis berdasarkan letak gumpalan darah, yaitu:
  1. Stroke trombotik. Stroke ini terjadi karena ada gumpalan darah dalam pembuluh darah.
  2. Stroke emboli. Stroke ini terjadi karena terbentuknya gumpalan darah pada beberapa bagian tubuh terutama bagian arteri yang menyebabkan darah tidak bisa mencapai otak. Gumpalan darah ini biasanya berupa penyempitan arteri atau penyumbatan pada pembuluh darah.
b. Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena ada pembuluh darah dalam otak yang pecah sehingga membuat bagian otak mengalami pendarahan. Stroke ini bisa menyebabkan penderitanya meninggal dunia karena biasanya langsung terjadi pada serangan pertama dan tanpa gejala. Stroke hemoragik juga bisa disebabkan karena beberapa gangguan seperti hipertensi, aneurisma, kesalahan bentuk arteri, dan kandungan protein amiloid yang tinggi dalam pembuluh arteri.
c. Stroke Iskemik Sementara
Stroke iskemik sementara biasanya dikenal dengan istilah serangan stroke ringan. Meskipun ini tergolong dalam stroke ringan namun sama sekali tidak boleh diremehkan. Serangan stroke yang lebih berat kemungkinan bisa datang kapan saja. Serangan stroke ringan pertama biasanya tidak menyebabkan gangguan memori maupun syaraf sensorik. Beberapa penderita stroke ini bisa menghindari serangan yang lebih serius dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Penyebab Stroke

Stroke bisa disebabkan oleh berbagai hal yang berakibat pada sistem pembuluh darah dalam tubuh maupun pembuluh darah yang menuju otak. Semua jenis penyebab akan dilihat pada jenis stroke. Berikut ini beberapa penyebab stroke berdasarkan pada jenis stroke.
a. Stroke Iskemik
Stroke iskemik disebabkan karena pembuluh arteri yang menghubungkan aliran darah ke otak mengalami gangguan karena ada sumbatan atau penyempitan arteri. Hal ini membuat otak tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dan kematian sel-sel syaraf pada otak. Gumpalan darah yang menyebabkan penyempitan bisa disebabkan oleh penumpukan lemak atau kolesterol.
b. Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik disebabkan karena ada bagian pembuluh darah dalam otak pecah. Hal ini menyebabkan pendarahan hebat dan menekan sel-sel yang masih normal dalam otak. Pecahnya pembuluh darah dalam otak bisa terjadi pada bagian otak tengah atau permukaan otak yang menghubungkan tengkorak dengan otak. Pecahnya pembuluh darah dalam otak disebabkan karena:
  1. Hipertensi (darah tinggi). Orang yang memiliki penyakit darah tinggi biasanya lebih memiliki resiko serangan stroke hemoragik.
  2. Tingginya kandungan protein amiloid pada arteri yang banyak ditemukan pada orang lanjut usia.
  3. Aneurisma. Aneurisma adalah kondisi pembuluh darah yang sangat lemah dan tidak kuat menahan laju aliran darah sehingga arteri bisa pecah.
  4. Bentuk arteri yang terlalu lemah atau malformasi arteri. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan hebat dalam otak.
c. Stroke Iskemik Sementara
Stroke ini juga disebut sebagai stroke ringan yang bersifat sementara. Penyebab dari stroke ini adalah karena ada kotoran atau gumpalan yang terjadi pada arteri. Sifat stroke ini hanya sementara dan bisa diobati hingga tuntas, namun selalu membutuhkan pengobatan agar tidak terjadi stroke yang lebih berat.
Pada dasarnya stroke dapat disebabkan oleh berbagai macam perubahan dan gaya hidup manusia tergantung dari kualitas standar hidup. Berikut ini adalah penyebab umum dari stroke dan hal yang meningkatkan resiko serangan stroke.
  1. Terjadinya pembekuan darah dalam tubuh yang biasanya banyak dipicu oleh asap rokok, orang yang telah masuk ke usia lebih dari 36 tahun dan wanita yang memakai kontrasepsi pil untuk usia lebih dari 30 tahun.
  2. Kebiasaan konsumsi alkohol dan merokok
  3. Pecandu narkoba
  4. Kecelakaan yang menyebabkan trauma otak.
  5. Gaya hidup yang tidak baik seperti konsumsi lemak yang berlebihan dan tidak pernah olahraga.
  6. Riwayat penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Gejala Stroke

Stroke biasanya tidak memperlihatkan gejala awal dan biasanya lebih sering terjadi dalam waktu yang sangat cepat sehingga serangan tidak dapat diprediksi. Namun beberapa gejala dibawah ini bisa diamati untuk melakukan konsultasi medis dengan ahli.
  1. Sakit kepala yang terjadi dalam waktu cepat hingga pinsan.
  2. Sakit kepala yang disertai dengan muntah dan kehilangan kesadaran.
  3. Salah satu sisi tubuh mati rasa secara tiba-tiba, bisa terjadi pada tangan, kaki atau bagian wajah.
  4. Gangguan pada penglihatan, bingung dan sulit untuk memahami komunikasi.
  5. Kepala sering pusing, anggota tubuh yang sulit untuk mengerjakan aktifitas ringan dan sulit berjalan kaki.
  6. Rasa nyeri yang parah pada tangan, kaki dan anggota tubuh lain.
  7. Depresi dan tidak bisa menyampaikan emosi.

Cara Diagnosis Medis untuk Stroke

Orang yang mendapatkan gejala stroke memerlukan perawatan untuk mendapatkan pengamatan dan diagnosis secara medis. Jenis stroke menjadi dasar pertama dalam pengobatan oleh dokter. Untuk mendapatkan jenis stroke maka biasanya penderita harus menjalankan beberapa tes medis. Berikut ini beberapa jenis tes medis yang diperlukan untuk mendapatkan rincian jenis stroke.
  • CT Scan. CT Scan diperlukan untuk melihat kondisi otak. Dari proses ini maka biasanya jenis stroke bisa ditentukan dengan melihat kondisi pembuluh darah dalam otak dan kemungkinan pendarahan dalam otak.
  • Tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengetahui kandungan kimia dalam darah, infeksi yang mungkin terjadi pada penderita, dan kondisi darah beku pada pasien.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter bisa melihat kondisi penderita dengan mengetahui gejala fisik yang terjadi pada pasien. Pemeriksaan dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah, mata, gejala kelemahan pada fisik dan arteri pada bagian leher.
  • Pemeriksaan MRI. Ini adalah jenis scan untuk melihat otak secara keseluruhan dan mengetahu kerusakan otak yang terjadi karena serangan stroke.
  • USG. USG dilakukan untuk melihat aliran darah dalam arteri dan kemungkinan penyumbatan karena gumpalan atau plak.
  • Ekocardiogram. Ini adalah sebuah tes yang dilakukan untuk mendeteksi semua gumpalan yang mungkin terbentuk pada pembuluh darah ke otak.

Tindakan Pengobatan Stroke

Tindakan pengobatan untuk stroke dilakukan berdasarkan jenis stroke yang terjadi. Berikut ini beberapa metode pengobatan secara medis sesuai dengan jenis stroke.
a. Stroke iskemik.
Stroke iskemik adalah jenis stroke yang disebabkan karena ada bagian arteri yang menyempit karena sumbatan. Pengobatan dilakukan untuk menghilangkan sumbatan sehingga aliran darah ke otak bisa kembali normal. Pengobatan juga dilakukan untuk mencegah gumpalan yang lebih besar dan pembentukan gumpalan yang lain.
Pengobatan juga bisa dilakukan dengan operasi yang dilakukan oleh ahli bedah dengan menghilangkan semua gumpalan pada arteri. Namun metode ini biasanya dilakukan dengan berbagai syarat yang sangat detail.
b. Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik terjadi karena ada pendarahan dalam otak. Pengobatan medis dilakukan untuk mengendalikan pendarahan dan menghentikan pendarahan pada lokasi pendarahan. Pemberian obat-obatan untuk mengurangi pendarahan, mengatur tekanan darah dan mengatasi kejang pada arteri. Tindakan operasi juga bisa dilakukan untuk mengobati stroke ini dengan cara mencegah pendarahan yang lebih parah.
c. Stroke Iskemik Sementara
Meskipun stroke iskemik bersifat ringan namun membutuhkan pengobatan untuk mengurangi resiko yang lebih berat. Pengobatan dilakukan dengan menghilangkan semua plak yang terbentuk dengan arteri.
Pengobatan untuk berbagai jenis stroke juga bisa dilakukan dengan memberikan terapi pada pasien dengan kondisi khusus. Berikut ini adalah beberapa jenis terapi yang biasanya dilakukan untuk memulihkan kondisi penderita setelah serangan stroke pertama.

  1. Terapi fisik. Terapi ini dilakukan untuk orang yang menderita gangguan koordinadi motorik setelah serangan stroke. Terapi ini juga bisa membantu penderita agar belajar mandiri setelah terkena stroke.
  2. Terapi bicara. Terapi ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan komunikasi dan mulai melalukan belajar untuk memahami pembicaraan, suara atau nada yang didengar.
  3. Terapi okupasi. Terapi ini dilakukan untuk membantu penderita agar pulih dan bisa melakukan aktifita yang ringan seperti membaca, makan, minum, menulis, memasak dan keperluan pribadi lain.

Bahaya Stroke

Stroke masih menjadi penyakit yang sangat mengerikan. Berbagai macam penderitaan menjadi salah satu bahaya stroke. Berikut ini adalah beberapa bahaya stroke selalu mengancam semua orang termasuk orang yang masih sehat.
  1. Kematian. Stroke bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Hal ini lebih sering terjadi pada stroke yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam otak. Bahkan kematian bisa terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
  2. Cacat Sementara dan Permanen. Stroke selalu meninggalkan resiko melemahnya motorik pada tubuh. Hal ini membuat tubuh menjadi cacat baik cacat permanen maupun sementara. Berbagai upaya terapi dan dukungan keluarga perlu diberikan pada resiko stroke ini.
  3. Kehilangan Masa Tua. Banyak orang tua yang kehilangan kebahagiaan karena terkena stroke. Mereka akhirnya tidak bisa melakukan berbagai aktifitas yang menyenangkan untuk menikmati masa tua. Dan bahkan ada penderita stroke yang merasa depresi karena berpikir merepotkan anak-anak yang seharusnya bahagia.
  4. Kehilangan Pekerjaan. Stroke merampas semua hak menyenangkan pada orang yang masih produktif. Hal ini bisa menyebabkan kehilangan pekerjaan dan kebahagiaan untuk bersama keluarga.

Cara Mencegah Stroke

Stroke sebenarnya penyakit yang sangat mengerikan, namun berbagai upaya masih bisa kita lakukan agar terhindar dari resiko stroke. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang perlu kita lakukan sejak masih muda.
  1. Kurangi asupan garam dalam makanan. Garam menyebabkan tekanan darah menjadi lebih tinggi, dan tekanan darah tinggi adalah penyebab stroke terbesar di dunia.
  2. Atur pola makan. Hindari berbagai jenis makanan yang mengandung lemak berlebihan karena bisa menyebabkan gumpalan lemak dan kolesterol pada arteri. Lebih baik jika mengkonsumsi lemak yang sehat sehingga terhindar dari resiko stroke.
  3. Jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol maka hentikan semua kebiasaan ini. Rokok dan alkohol juga menyebabkan stroke dan akibatnya sangat buruk.
  4. Lakukan olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bahkan olahraga teratur juga membuat berat badan stabil sehingga terhindari dari resiko obesitas.
  5. Hindari semua penyebab diabetes. Batasi semua asupan makanan yang menyebabkan kadar gula dalam tubuh bisa naik. Diabetes juga pemicu serangan stroke.
  6. Jika Anda memiliki berat badan berlebih maka lakukan diet untuk menghindari obesitas. Lakukan diet untuk mengurangi asupan kalori dan makan dengan kalori yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Stroke memang penyakit yang sangat kejam. Stroke bisa menimbulkan penderitaan panjang pada penderita dan juga keluarga. Kesadaran untuk melakukan berbagai upaya pencegahan sejak masih muda bisa mengurangi resiko serangan stroke saat lanjut usia.

No comments: